Kamis, 19 September 2019

Jangan Lupa ! Berikut SOP Untuk Keselamatan Kerja Di Laboraturium

Laboraturium adalah tempat yang dibuat khusus yang memiliki banyak peralatan untuk kegiatan percobaan. Biasanya, laboraturium ini berisi bahan bahan kimia yang mudah terbakar atau meledak. Oleh karena itu, setiap pemilik laboraturium harus memberikan panduan dan contoh SOP perusahaan untuk keselamatan kerja bagi pengguna peralatan laboraturium. Apa sajakah itu ? Mari simak penjelasan berikut.

Panduan Umum Bagi Pengguna Peralatan Laboraturium
SOP di laboraturium, telah disesuaikan dengan standar keselamatan dan kesehatan bagi para pratikum. Prosedur ini dilaksanakan untuk menjalin ketertiban dan kedisilinan dalam melaksanakan kegiatan yang ada, seperti pratikum dan penelitian lainnya. Bagi pengguna peralatan laboraturium, hendaknya mematuhi aturan yang ada, agar kegiatan pratikum dapat berjalan lancar dan aman. 

1. Bahaya Adanya Listrik
Beberapa pratikum tidak lepas dari penggunaan listrik. Oleh karena itu, pentingnya SOP untuk keselamatan kerja di Laboraturium hendaknya diperhatikan. Jika melihat adanya kerusakan pada kabel, segera laporkan kepada asisten atau penanggung jawab pratikum. Anda juga perlu menghindari daerah atau benda yang dapat menghantarkan listrik. Ada baiknya jika anda tidak melakukan sesuatu yang menimbulkan sengatan listirik.
Sebelum memasuki ruang laboraturium, hendaknya mengeringkan bagian tubuh yang basah. Hal ini dikarenakan air dapat menghantarkan listrik dengan baik. Anda perlu waspada dan berhati hati terhadap adanya bahaya listrik yang mengintai pada setiap aktifitas di laboraturium. Hal ini perlu dilakukan, karena seringkali kecelakaan diakibatkan dari aliran listrik yang dapat membahayakan seluruh orang di laboraturium.

2. Bahaya Adanya Api
Api adalah hal lain yang harus anda waspadai saat melakukan pratikum. Anda harus mematuhi panduan umum agar terhindar dari berbagai kemungkinan.  SOP untuk keselamatan kerja yang harus dipatuhi adalah tidak membawa benda yang mudah terbakar, seperti korek api dan gas. Sebaiknya tidak melakukan kegiatan yang dapat menimbulkan percikan api berlebih. Selalu waspada terhadap bahaya api saat melakukan pratikum.
Apabila ada benda yang terbakar, hendaknya anda meminta bantuan kepada asisten atau penanggung jawab pratikum. Pastikan semua peralatan elektronik dan sumber listrik tersimpan aman dan jauh dari tempat api menyala. Jika api semakin besar, segera keluar dari ruang laboraturium agar tidak menghirup asapnya. Anda dapat mencari alat pemadam api kecil yang sudah tersedia di laboraturium untuk membantu memadamkan api.

3. Bahaya Benda Tajam dan Logam
Keberadaan benda tajam di laboraturium merupakan hal fatal. SOP untuk keselamatan kerja mengatakan bahwa anda hendaknya tidak membawa barang tajam, pisau, kalung, dan lainnya. Apabila anda sedang menggunakan benda tajam untuk keperluan pratikum, hendaknya dilakukan dengan hati hati. Berikut panduan agar anda terhindar dari bahaya terkena benda tajam di laboraturium.
Sebaiknya anda tidak membawa benda tajam ke ruang pratikum bila tidak digunakan. Anda juga sebaiknya tidak mengenakan perhiasan yang terbuat dari logam, seperti cincin, kalung, dan sebagainya. Hindari daerah, benda, maupun logam yang memiliki sisi tajam agar tidak melukai diri sendiri maupun orang lain. Anda juga tidak perlu melakukan aktifitas yang dapat membayakan siapapun yang ada di Laboraturium.

Standar Operasional Prosedur (SOP) sangat dibutuhkan agar kegiatan yang berlangsung di laboraturium berjalan terstruktur dan tertata dengan  rapi. Pentingnya SOP bekerja di laboraturium untuk mengatur jalannya kegiatan yang dilakukan, baik itu sebelum praktikum, selama pratikum, atau selesai pratikum.  Dengan mematuhi aturan tersebut, anda dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan yang dapat membahayakan siapa saja.